Dalam upaya mendorong pelestarian warisan budaya sekaligus memperkuat daya saing produk unggulan daerah, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kampar melaksanakan kunjungan kerja ke Sentra UMKM Batik dan Tenun Kabupaten Kampar. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Dekranasda dalam memberikan dukungan kepada para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang bergerak di bidang kerajinan batik dan tenun khas Kampar.
Pada kesempatan tersebut, rombongan Dekranasda meninjau secara langsung proses produksi batik dan tenun, mulai dari pembuatan motif, pewarnaan, hingga tahap penyelesaian produk. Para pengrajin juga memperkenalkan berbagai motif khas Kampar yang sarat akan nilai budaya, sejarah, dan kearifan lokal, serta menjelaskan proses pembuatan kain tenun songket yang masih dikerjakan secara tradisional dengan penuh ketelitian.
Ketua Dekranasda Kabupaten Kampar menyampaikan apresiasi atas dedikasi para pengrajin yang terus berupaya menjaga eksistensi batik dan tenun sebagai identitas budaya daerah. Menurutnya, kualitas produk yang dihasilkan memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar regional maupun nasional apabila didukung dengan inovasi, peningkatan kualitas, serta strategi pemasaran yang berkelanjutan. Dekranasda berkomitmen untuk terus memberikan pembinaan, pendampingan, promosi, dan membuka akses pemasaran yang lebih luas bagi seluruh pelaku UMKM kerajinan di Kabupaten Kampar.
Selain menjadi ajang silaturahmi, kunjungan ini juga menjadi wadah diskusi antara Dekranasda dan para pelaku UMKM mengenai berbagai tantangan yang dihadapi, seperti ketersediaan bahan baku, regenerasi pengrajin, pengembangan desain, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran produk. Masukan dari para pengrajin diharapkan dapat menjadi dasar dalam merumuskan program pembinaan yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Melalui kunjungan ini, diharapkan semangat para pengrajin semakin meningkat untuk terus berkarya, berinovasi, dan melestarikan kekayaan budaya Kabupaten Kampar. Sinergi antara pemerintah daerah, Dekranasda, dan pelaku UMKM menjadi kunci dalam menjadikan batik dan tenun Kampar sebagai produk unggulan yang mampu mengangkat perekonomian masyarakat sekaligus memperkenalkan identitas budaya Kampar kepada masyarakat yang lebih luas.
